Teruntuk yang kusayang
Teruntuk malaikat, mamaku
Teruntuk Hanum Nurrikatus Sholihah
Mujahidah, di tanah rantau.
Apa kabar dirimu?
Lama tak bersua kembali,
Bahkan, tuk menghiburmu ku tak bisa
Aku ingin kembali,
Bukan hanya untuk menghiburmu
Tapi tuk membahagiakanmu
Aku ingin.
Senja disini seakan-akan mengejekku
Mereka tertawa atas kesendirianku,
Kesakitan,
Sungguh. Aku ingin kembali
Ke dalam pangkuanmu.
Sehari tanpa kabarmu,
Semoga aku kuat.
Sekuat dan setegar dirimu tanpa pesan darinya
Sungguh,
Kali ini aku tak ingin terjatuh
Tak ingin lihat dirimu terluka,
Jaga dirimu
Mungkin aku hanya bisa merindu
Semua panggilanmu
Maafkan merpati kecil ini
Kini ia tak lagi dapat terbang menjemhput
Impian sang malaikat,
Kamis, 21 Juli 2016
Rabu, 04 Mei 2016
Senyuman di Akhir Senja
Semburat jingga
Mengingatkanku akan sebuah luka baru ini
Terkenang akan duduk menatap indahnya ciptaan sang Maha Kuasa
Hingga terkadang aku akan lupa tentang waktu
Semburat jingga
Bisikkanlah sebuah kata rindu padanya
Yang mungkin sedang berjuang di tempat perantauan kami
Berjuang akan apa yang sedang ia kerjakan
Semburat jingga
Elokkah aku untuk berdampingan dengannya
Bersama menghadapi hari yang mungkin akan lebih berat
Tapi, bukannya aku akan menghindar
Semburat jingga
Dekati ia lebih dekat, rengkuh ia lebih dalam
Bisikkan kata-kata yang mungkin lebih menguatkannya
Saat mungkin,
Aku tak berada disampingnya tuk memandangmu lagi
Sebuah cahaya indah di ujung waktu,
Bertukar kata atau sekadar bersenda gurau menghabiskan waktu
Saling mengisi ruang kosong
Semburat jingga
Hidupkanlah kembali semua mimpinya
Pertahankan semangatnya
Untuk bisa bertahan di tempat perantauan kami.
Semburat jingga
Terima kasih telah menemani kami
Menjadi tempat keluh kesah di ujung lelah kami
Mengingatkanku akan sebuah luka baru ini
Terkenang akan duduk menatap indahnya ciptaan sang Maha Kuasa
Hingga terkadang aku akan lupa tentang waktu
Semburat jingga
Bisikkanlah sebuah kata rindu padanya
Yang mungkin sedang berjuang di tempat perantauan kami
Berjuang akan apa yang sedang ia kerjakan
Semburat jingga
Elokkah aku untuk berdampingan dengannya
Bersama menghadapi hari yang mungkin akan lebih berat
Tapi, bukannya aku akan menghindar
Semburat jingga
Dekati ia lebih dekat, rengkuh ia lebih dalam
Bisikkan kata-kata yang mungkin lebih menguatkannya
Saat mungkin,
Aku tak berada disampingnya tuk memandangmu lagi
Sebuah cahaya indah di ujung waktu,
Bertukar kata atau sekadar bersenda gurau menghabiskan waktu
Saling mengisi ruang kosong
Semburat jingga
Hidupkanlah kembali semua mimpinya
Pertahankan semangatnya
Untuk bisa bertahan di tempat perantauan kami.
Semburat jingga
Terima kasih telah menemani kami
Menjadi tempat keluh kesah di ujung lelah kami
![]() |
| Senja di akhir waktu |
Selasa, 03 Mei 2016
Tetaplah Tersenyum
_Tetaplah Tersenyum_
Fajar begitu indah
Auranya mampu mengundang sang surya selalu tiba
pada saatnya,
Senja pun tak pernah kalah
Hadirnya selalu memperindah alam bersama smburat
jingganya,
Berharap aku pun tak pernah kalah
Dengan fajar ataupun senja
Tugasku ada dan membuka mata di dunia ini
Adalah untuk membuat kalian tersenyum
Senyum yang menghias eksotis kehidupan
Senyum yang membuatku menangis haru
Di hari, di mana aku dengan erat menggenggam
suksesku
Tetaplah tersenyum 4 malaikatku,
Di tanah rantauku ini
Aku tetap berjuang
Hingga di harinya nanti
Aku akan kembali berada di tengah-tengah kalian
Dalam rangkaian senyum kebahagiaan
_Miss kalian so much_
Kamis, 28 April 2016
Pinjami Aku Waktumu
Akan ada hari dimana aku takkan melihat rupamu
Tak melihat senyum dan tawa elok
Tiada hari lagi
Tuk memandang semburat senja jingga yang bersinar
Duduk bersama di antara sudut pintu
Saling memandang
Berbicara dengan isyarat sayang
Bercengkerama layaknya insan yang sedang kasmaran
Penuh cerita suka dan duka,
Ah, hari yang indah sekali
Tapi sayang, aku takkan menemui seperti itu
Lebih menatap apa yang didepan
Meninggalkan dirinya disudut ruang yang menjadi persinggahan
Tempat 'nongkrong' yang akan menjadi sebuah kisah
Tuhan,
Bisakah aku meminjam waktu tuk kembali
Mengenang kisah yang pernah ada di perantauan kami
Memberi arti tentang apa itu menyayangi dan mengasihi
Tuk bisa saling memahami
Saling berbagi
| Saling Berbagi Kebahagiaan |
Gresik, 28 April 2016
-mungkin jalan ceritaku akan berbeda jika kau tak hadir menemaniku di perantauan kita.-
Minggu, 24 April 2016
Kutinggal Rindu
Andai aku bisa kembali
Mungkin aku akan mengenggam semua memori
Takkan kulepas genggaman erat itu
Aku ingat malam itu,
Malam yang membuatku seperti pesakitan
Meronta dengan rintihan kecil tapi mampu membuatmu terbangun
Hanya melihat sekitar,
Guratan wajah cemas yang masih teringat di pikiranku
Saat rintihan itu mulai keras
Kau mencoba tuk memeluk lebih erat
Ah, aku memang pesakitan ternyata
Membelai rambut basah
Kau menguatkanku di balik kekhawatiranmu
Mungkin takut ku hilang,
Setengah jam aku terbaring gemetar
Sejenak aku hilang,
Entah apa yang ada dipikiranmu.
Kini sejak aku meninggalkanmu
Aku tahu,
Aku benci dengan perpisahan.
Tapi aku selalu berkata padamu, ini adalah awal
Aku ingin kau selalu kuat, meski tanpa aku.
Aku tahu,
Gresik, 24 April 2016
Doakan, agar aku bisa kembali ke tempat perantauan kita
Mungkin aku akan mengenggam semua memori
Takkan kulepas genggaman erat itu
Aku ingat malam itu,
Malam yang membuatku seperti pesakitan
Meronta dengan rintihan kecil tapi mampu membuatmu terbangun
Hanya melihat sekitar,
Guratan wajah cemas yang masih teringat di pikiranku
Saat rintihan itu mulai keras
Kau mencoba tuk memeluk lebih erat
Ah, aku memang pesakitan ternyata
Membelai rambut basah
Kau menguatkanku di balik kekhawatiranmu
Mungkin takut ku hilang,
Setengah jam aku terbaring gemetar
Sejenak aku hilang,
Entah apa yang ada dipikiranmu.
Kini sejak aku meninggalkanmu
Aku tahu,
Aku benci dengan perpisahan.
Tapi aku selalu berkata padamu, ini adalah awal
Aku ingin kau selalu kuat, meski tanpa aku.
Aku tahu,
| Tetaplah seperti ini |
Doakan, agar aku bisa kembali ke tempat perantauan kita
Kamis, 21 April 2016
Sekali Ini Saja
Kau tahu,
Aku kemarin menyaksikan sebuah pertunjukkan
Cerita indah memori tentang sebuah kasih sayang
Antara aku dan kamu
saja
Berjalan berdua beriringan bergandengan erat
Tak pernah berhenti untuk menghadap ke belakang
Kau tahu,
Pohon – pohon tinggi bertumbuhan
Mereka tersenyum saat kau mulai tertawa dengan keadaan
Berhitung mundur
Dan tak ingin menahu kejadian yang akan datang
Memeluk erat semu senja yang tak lagi muncul
Menghilang diantara cadas karang yang siap membunuh siapapun
Aku
Mungkin bila nanti,
Takkan ada lagi, sebuah petuah nasihat indah yang terucap di
bibir
Gerakan tangan mengingatkan
Cukuplah kau diam,
Merenung dan memutar indah cerita
Kuharap kau akan selalu memeluk erat semuanya,
Hingga nanti
Disaat aku mulai hilang arah, ingatkan
Tentang memori using yang telah terjadi dimasa lampau.
| Bahagia Bersamamu |
Jombang,22 April 2016
kota ini yang menyatukan dan juga memisahkan kita.
Minggu, 17 April 2016
PAMIT
ku masih mendengar lagu itu
lagu sendu yang akan segera berakhir pada menit ketiga,
menceritakan kisah tentang aku dan kita
masih tetap kudengar desah sendu di dalam melodi miris yang hinggap di pikiranku
apakah aku akan berakhir seperti itu ?
mencari tempat sandaran yang tepat
ke arah mata angin yang berbeda, untuk dapat menunggunya malam.
bintang malam, membangunkanku
agar aku bisa bangkit dan menunaikan munajat pada-Mu Sang Pemilik Alam
Izinkan aku pergi
Kau masih bisa melihatku
menghembuskan nafas diantara rimbunan rintik hujan malam
yang berkisah tentang kata 'pisah'
jangan paksa genggamanmu, yang akan terlepas
melepas sang para merpati, untuk berlaga
menatap masa depan yang mereka citakan
kau tahu, merpati terbaik akan segera pulang untuk dapat menengok sang Induknya
Belajar memahami,
belajar tuk bisa mendapatkan jawaban setiap persoalan hidup
Ah, lagu ini makin membuatku tersentuh
Merpati putih
Terbang bersama kenangan indah
memori usang yang akan segera berakhir,
Jombang,18 April 2016
#Menghidupkan memori usang tentang kalian
lagu sendu yang akan segera berakhir pada menit ketiga,
menceritakan kisah tentang aku dan kita
masih tetap kudengar desah sendu di dalam melodi miris yang hinggap di pikiranku
apakah aku akan berakhir seperti itu ?
mencari tempat sandaran yang tepat
ke arah mata angin yang berbeda, untuk dapat menunggunya malam.
bintang malam, membangunkanku
agar aku bisa bangkit dan menunaikan munajat pada-Mu Sang Pemilik Alam
Izinkan aku pergi
Kau masih bisa melihatku
menghembuskan nafas diantara rimbunan rintik hujan malam
yang berkisah tentang kata 'pisah'
jangan paksa genggamanmu, yang akan terlepas
melepas sang para merpati, untuk berlaga
menatap masa depan yang mereka citakan
kau tahu, merpati terbaik akan segera pulang untuk dapat menengok sang Induknya
Belajar memahami,
belajar tuk bisa mendapatkan jawaban setiap persoalan hidup
Ah, lagu ini makin membuatku tersentuh
Merpati putih
Terbang bersama kenangan indah
memori usang yang akan segera berakhir,
| After Party |
#Menghidupkan memori usang tentang kalian
Langganan:
Postingan (Atom)

