Jumat, 23 Desember 2016

SIAPA KAMU?



Siapa Kamu?

Mata itu tajam
Rahang itu keras
Kulit itu legam
Tapi, ada aura terindah yang terpancar
Cahaya suci yang menggoda
Kamu punya aura
Sering ku katakana itu
Hei
Kamu
Siapa kamu
Duniaku teralihkan karena hadirmu
Entah rasa apa ini
Yang jelas
Semangat yang dulu pernah redup,
kini ia kembali hidup
Senyum yang dulu sempat padam,
kini ia kembali merekah
Ringan terasa langkah ini menuju bangunan merah itu
Terasa ada kekuatan baru
Ketika ku lihat tubuh tegap itu di suatu ruang
Atau sekedar di lorong perbatasan
Yang dengan cepat hilang secepat ekor mata mengejar
Sering ingin ku kembali pulang
Pergi dari bangunan merah itu
Jika tak ku temukan bayangmu
Jika tak ku dapat langkah ringan itu
Lantas bagaimana bila selamanya tak lagi ku temukan dirimu
Bisa apa aku
Hei siapa kamu
Segitunya hadirmu mengubah hidupku
Kamu orang baru
Kamu bukan siapaku
Yang ku tau
Dirimu hanya teman seperjuanganku
Teman yang baru ku kenal beberapa bulan silam
Teman beda rombel
Yang tak membuatku lantas mengetahui siapa dirimu
Lepas dua tahun berada pada naungan atap satu
Salam kenal saja lah
Jangan pernah pergi
Sekali kenal, selamanya kita tetap saling mengenal


PULAU KENANGAN



Pulau Kenangan

Pulau itu
Pulau perbatasan ujung Jawa Timur ku
Pulau garam yang belum pernah habis rasa panasnya
Mungkin 6 tahun yang lalu
Kaki ini singgah di datarannya
Bukan karena kebetulan, tapi memang sudah direncanakan
Bukan karena diundang
Tapi karena kita ingin singgah
berziarah
Pulau itu
Pulau indah
Yang membuat keluarga besarku nyaris trauma
Tapi tidak denganku
Ketidak tahuanku akan trauma mereka
Membuatku semakin heran dan ingin tau semua tentang pulau itu
6 tahun yang lalu itu,
Tak ada hasil untuk usahaku
Tak ada yang ku bawa pulang dari perjalanan pencarianku
Aku pulang dengan tangan hampa
Tanpa hasil dari rencana yang telah terpikirkan
Justru ada ketakutan di sana
Ketakutan terhadap sikap penduduk asal
Yang membuatku tak lagi ingin sekedar singgah ke sana
Mungkin trauma yang ku rasa,
Berlatar sama dengan trauma mereka
Dan tanpa diminta
Tanpa ku berencana
Cerita 6 tahun silam itu kembali hadir
Dengan hadirnya sesosok tokoh
Tokoh tulen yang berdarah kental
Dengan pendiriannya yang begitu tegar
Aku takut
Takut meski untuk sekedar menatapnya
Tatapan itu tajam
Setajam mata elang
Tapi dia beda
Dia hadir membawa kedamaian
Tak sedikit pun menggambarkan bentuk trauma keluargaku selama ini
Tak pula dengan traumaku
Ku ungkap semua pada mereka
Tentang sosok itu
Yang bukan berarti semua penduduk pulau itu
Laksana ketakutan mereka
Justru sejak mengenalnya
Ada hasrat besar dalam hatiku
Untuk kembali ke pulau itu
Entah karena alasan logis apa
Yang jelas
Ada kekuatan yang mendorong kaki ini segera beranjak ke sana
Ke pulau itu
Detik terus berlalu
Dan berlalunya detik itu
Mampu melunturkan perlahan semua trauma yang ada
Bahkan mampu mengubah paradigma satu dari keluargaku
Ada restu yang terungkap dalam Bahasa
Ada doa yang mengantarkan untuk sebuah cita
“Perdalami bahasanya, siapa tau kau menjadi orator handal di pulau itu”
Ya, pulau itu
Pulau indah di seberang jembatan Sura Madu