Sabtu, 08 Oktober 2016

GUBUK JELMAAN MIMPI



Gubuk Jelmaan Mimpi

Sirnanya mimpi indah itu
Membuat diri ini terdampar
Di suatu lembah
Yang tak seorang pun rela singgah
Bagaimana mungkin aku mampu bertahan
Dengan hantaman angina kejam
Yang terus menghujam
Bagai terhujani jutaan batuan
Tanpa perlindungan
Tanpa pengayoman
Tanpa pula tangan yang rela terulurkan
Hampa
Semua membosankan
Jikalau hati ini telah mati
Jikalau akal ini telah berhenti
Sementara naluri masih merasa persis
Bahwa terdapat padang terindah di depan mata
Di depan langkah
Yang entah pada hitungan ke berapa
Keindahan itu dapat ditemukan
Yang jelas
Hati dan akal ini masih hidup
Dan bersama naluri yang belum redup
Ia akan terus berjuang
Sampai pada akhirnya
Kaki ini singgah
Dan merasakan nikmatnya sebuah gubuk
Jelmaan mimpi terindahku

Jombang, 7 Oktober 2016

AJARI AKU MENGGUNAKAN PENA



Ajari Aku Menggunakan Pena
Penamu begitu tangguh
Menuliskan segala kebenaran
Tentang kabar alam yang terus berdatangan
Tentang kondisi dunia yang saling bergunjingan
Dan aku tak mampu
Aku tak mampu mengangkat pena layaknya dirimu
Menggoreskannya pada lembar kosong
Yang selanjutnya menjadi karya indah pembuka cakrawala
Mengemas puing-puing sampah kata
Yang menjadikannya seuntai kalimat yang nyaman dirasa
Sekali lagi
Aku tak mampu sepertimu
Yang ku tau hanyalah sebongkah imajinasi
Yang hanya mampu ku toreh dengan gaya konyol milikku
Maka
Ajari aku menggunakan pena
Akan ku tulis ke percik embun
Udara dingin,
Kabut senja,
Hingga daun gugur
Agar dunia tau
Bahwa dirimulah manusia hebat itu
Agar penduduk langit pun mendengar
Bahwa dirimulah mutiara yang selama ini terpendam

Jombang, 4 Oktober 2016

DARAH MADURA-KU



Darah Madura-ku

Tak ada yang indah dari siang itu
Pancaran mentari dengan garangnya membakar pertiwi
Fatamorgana dengan eloknya menari tiada henti
Tak juga dengan perasaanku
730 hari menjalani cerita baru
Tak lantas membuat tangan ini bebas menerima
Sakit,
Tertekan,
Luka,
Perih,
Semua itu justru menjadi teman yang setia sepanjang harian
Namun,
Tak pernah terduga
Siang itu pula
Mentari menyingkap rahasia eksotisnya
Sosokmu hadir kala itu
Membuka pintu hati yang selama ini tertutup
Menarik senyum yang selama ini sempat terbungkam
Hebat
Ya, kamu hebat
Ku kira dirimu tak berbuat lebih
Hanya diam di seberang
Berbicara dengan kepentingan
Dan tertawa riang dengan ketulusan
Sungguh indah
Dan keindahan itulah yang mampu mengalihkan duniaku
Dunia yang selama ini tak pernah tersentuh
Tersudutkan karena satu alasan nyata
Dan dirimu mampu menepis alasan itu
Alasan kuat
yang tak satu pun mampu merobohkannya
Dirimu hadir
membawa sejuta perubahan
melunturkan seonggok ketakutan
dan memupuk seuntai keyakinan
Karena ku tau
Kaulah pemberani itu
Darah Madura-ku
Jombang, 6 April 2016